LAPORAN HASIL KEGIATAN
IDENTFIKASI KEBUTUHAN PENDIDIKAN KESEHATAN
PADA INDIVIDU
|
Nama inisial
|
:
|
Ny. S
|
Tanggal
|
:
|
01 Oktober 2017
|
|
Umur
|
:
|
68 th
|
Faskes
|
:
|
|
|
No. RM
|
:
|
005121
|
Perawat
|
:
|
|
I.
PENGKAJIAN
KEBUTUHAN BELAJAR
A. Faktor Predisposisi
1. Riwayat
kesehatan
Klien datang dengan keluhan sudah satu minggu pusing,
nyeri tengkuk, sudah minum obat dari warung tapi tidak kunjung sembuh. Klien
suka masakan yang asin- asin dan minum kopi sehari minimal 3 gelas, Klien
jarang periksa kesehatan
2. Kondisi
Fisik.
Klien tampak kesakitan dan tampak tegang, sering
memegang kepala dan lehernya. Tanda- tanda vital Tekanan Darah 190/100 mmHg,
Nadi 88, Suhu 36C, Napas 20x/mnt.
3. Motivasi
Belajar
Klien selalu bertanya tentang sakitnya, apa penyebab
sakitnya, bagaiman sebaiknya. Klien bersedia menerima penjelasan lebih lanjut.
4. Kemampuan
Membaca
Klien tamatan SLTP, malas membaca karena mata mulai
kabur, tadak ada sumber bahan bacaan..
B. Faktor Enabling
Klien jarang unttuk melakukan pemeriksaan rutin di
puskesmas atau faskes lain. Klien datang
ke puskesmas hanya jika mengalami sakit yang sudah parah. Klien kurang paham
dengan apa yang seharusnya dilakukan untuk menjaga kesehatan. padahal
sebenarnya dia bisa datang ke puskesmas untuk konsultasi masalah kesehatan yang
dihadapi. Perawat dan Nakes lain di
Puskesmas sangat well come dan komunikatif serta siap membantu menyelesaikan
masalah kesehatan masyarakat.
C. Faktor
Reinforcing
Kepala desa selalu menyarankan warganya untuk selalu
melakukan pemeriksaan rutin di Posbindu meskipun tidak sakit. Hal ini untuk
menghindari sakit yang lebih parah, dan juga bisa mendapatkan informasi tentang
kesehatan.
II.
ANALISA DATA
A. DS :
1. Klien
mengeluh pusing dan nyeri tengkuk diobati sendiri dengan obat toko.
2. Suka
mengkonsumsi garam dan kopi,
3. Jarang
memeriksakan diri.
4. Selalu
bertanya tentang sakitnya.
B. DO :
1.
Klien tampak tegang, sering memegangi kepalanya
2.
Tensi 190/100 mmHg, Nadi 88x/mnt
III.
DIAGNOSIS KEPERAWATAN
A.
Nyeri akut
B.
Defisit pengetahuan tentang penyakit hipertensi b/d kurang mengakses informasi
C.
Kecemasan b/d kurang pengetahuan tentang sakit hipertensi
IV. INVERVENSI
A.
Manajemen nyeri
B.
Pendidikan / penyuluhan kesehatan
|
Mengetahui
Kepala
Puskesmas
|
Madiun,
02 Nopember 2017
Pejabat
yang bersangkutan
|